Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2015

PADANG — Untuk menjadikan pustaka sebagai salah satu tempat yang diminati siswa, maka pengurus perpustakaan sekolah harus mengevaluasi segala sistem pengelolaannya.
Hal itu terungkap dalam bimbingan teknis bagi pengelola perpustakaan sekolah se-Kota Padang, Senin (3/6) di Hotel Grand Zuri yang diadakan oleh Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Padang.
Selaku pemateri, Asisten III Pemko Padang, Corri Saidan menjelaskan, untuk evaluasi perpustakaan perlu adanya sinergi dengan Dinas Pendidikan. “Kantor Arsip dan Perpustakaan misalnya memberikan pelatihan tentang pengelolaan pustaka,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengelola pustaka harus memiliki keterampilan khusus agar bisa menjadi tujuan oleh siswa. Jangan salahkan siswa jika mereka malas ke perpustakaan. Sekolah harus mengevaluasi apakah ketersedian buku dan fasilitas lainnya lengkap dan memadai.
Corri menambahkan, di Kota Padang ini perhatian pada perpustakaan sekolah langsung berada di bawah Kantor Arsip Perpustakaan dan Dokumentasi Padang. Tentunya diharapkan sinergi dua SKPD ini sehingga bisa memperbaiki mutu perpustakaan di setiap sekolah. Pada akhirnya akan berujung peningkatan mutu pendidikan.
Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Padang, Zul Iskandar, menyebutkan, Bimtek ini diberikan pada 50 perwakilan pengelola perpustakaan sekolah. Diharapkan dengan adanya pengetahuan dan keterampilan khusus ini bisa meningkatkan kunjungan siswa ke perpustakaan. (wahyu)

Sumber : http://hariansinggalang.co.id/evaluasi-pengelolaan-perpustakaan-sekolah/

Iklan

Read Full Post »

JIKA DIKELOLA PROFESIONAL

PADANG – Perpustakaan di rumah ibadah sangat berperan dalam memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan jemaah. Waktu pemanfaatannya tidak terbatas waktu, bisa hingga malam. Apalagi kalau dilengkapi dengan buku bacaan dan tenaga pengelola profesional.
“Rumah ibadah seperti masjid dan mushalla sesungguhnya tidak sekadar tempat ibadah saja, melainkan bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakat sehingga sumber penimba ilmu dengan menyediakan berbagai buku bacaan,’’ kata Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan (BPK) Sumbar Alwis, Senin (16/4) di Padang.
Alwis di hadapan para pengelola perpustakaan masjid, menjelaskan, adanya perpustakaan di rumah ibadah, juga kian mendorong jemaah untuk datang ke sana. Apalagi bagi jemaah yang memang sangat membutuhkan buku bacaan dan ada waktunya saat datang ke masjid.
Agar jemaah tertarik dan buku-buku yang ada di perpustakaan masjid bisa dimaksimalkan, pengelolanya harus dilatih agar profesional mengelolanya. Buku-buku bacaan yang ada, tidak hanya sekadar tersimpan rapi, tapi juga sering dibaca. Buku perpustakaan yang sering dibaca jemaah, pertanda pengelolanya memahami dunia perpustakaan.
Alwis juga menyebutkan untuk penyediaan buku-buku untuk perpustakaan rumah ibadah, Pemprov Sumbar mengalokasikannya dalam jumlah terbatas. Namun dalam praktiknya, banyak perantau yang memberikan bantuan berbagai buku untuk rumah ibadah di lingkungan masing-masing.
“Kita bersyukur, peran perantau cukup tinggi dalam memajukan perpustakaan rumah ibadah. Makanya kita dukung pula untuk melatih SDM yang mengelola perpustakaan rumah ibadah secara bertahap,’’ katanya.
Ketua pelaksana Yuhermi melaporkan bimbingan teknis bagi pengelola perpustakaan rumah ibadah se-Sumbar bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga pengelola perpustakaan. Dengan harapan, peserta dapat menularkan ilmu yang didapat kepada rekan lainnya.
Bimtek diikuti 63 peserta yang berasal dari 12 kab/kota, minus Kabupaten Mentawai, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, Pasaman dan Pasaman Barat serta berlangsung empat hari. (015)

Sumber : http://hariansinggalang.co.id/perpustakaan-masjid-dibutuhkan-jemaah/

Read Full Post »

HENDRI NOVA — Haus akan ilmu. Itulah yang melatarbelakangi H. Rosman Kamin (79), untuk kuliah lagi. Ia mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB).HAUS ILMU
Rosman yang lahir 22 Oktober 1936 di Padang Sidempuan ini, mengakui masa mudanya dihabiskan untuk mengejar dunia semata. Dia berjualan di Pasar Jawa Dalam dan baru bebas sekitar 2008, setelah tokonya diserahkan kepada anak-anaknya.
“Lama juga saya sibuk mengejar dunia, yakni 55 tahun lamanya. Saat masih muda, tak ada niat sedikitpun untuk mengejar ilmu, terutama ilmu agama,” katanya kepada wartawan, seusai acara wisuda ke-55 periode II UMSB di Hotel Bumi Minang Padang, Sabtu (1/11).
Ia mengatakan, awalnya mengenal ilmu agama saat tak ada khatib Jumat di masjid. Saat pengurus mengatakan khatib Jumat tidak datang, hatinya sering berdebar kencang. “Saya ingin jadi khatib Jumat, setidaknya bisa menggantikan khatib yang tidak datang,” jawabnya.
Ia pun banyak menyerap ilmu dari mana saja. Salah satu kegemarannya saat masih muda, mendengarkan alunan bacaan Alquran dari radio Malaysia. Saking sukanya dengan suara sang Qori, ia rela pura-pura membetulkan rantai sepeda, sampai bacaan Alquran di radio selesai.
“Rasulullah SAW juga mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Bahkan orang yang menuntut ilmu, akan didoakan oleh seluruh makhluk yang ada di muka bumi,” ujarnya.
Ilmu menurutnya akan menuntun para penuntut ilmu menuju surga Allah SWT. Sejak saat itu, hasrat ingin kuliah lagi, menggema dalam hatinya. Berkat dukungan anak-anak, impian itu terwujud.
“Perguruan Tinggi (PT) di bawah Kementerian Agama apalagi FAI, memang tidak membatasi usia mahasiswa. Makanya bapak kita ini, diterima dengan tangan terbuka di UMSB,” kata Wakil Rektor I UMSB, Novelti.
Ia mengatakan, menuntut ilmu agama tidak ada batasan umur, makanya FAI memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya bagi yang masih ingin mengejar ilmu. UMSB akan menanti dengan pintu terbuka dan akan membantu niat yang bersangkutan untuk mendapat ilmu sebanyak-banyaknya.
Sementara Rosman juga sudah dibukakan pintu oleh UMSB untuk mengambil S2. Namun ia tidak berminat, karena sudah tak sesuai lagi dengan misinya untuk menimba ilmu keislaman yang sesuai minat. “Saya dengar di S2 ada pelajaran filsafatnya. Saya kurang suka filsafat. Sebagai gantinya saya masuk Ma’had Az-Zubair di UMSB,” ujarnya.
Rosman memiliki lima anak dan tidak satupun yang sarjana. Satu anaknya drop out dari IAIN Imam Bonjol setelah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Anaknya itu ingin segera menikah, dan Rosman selalu memuluskan apa maunya anak-anak, asal untuk kebaikan.
Rosman lulus dengan IPK 3,42, mengalahkan mahasiswa yang berusia muda. Untuk gelar sarjana ini, Rosman membutuhkan waktu enam tahun.
“Kesulitan jelas ada, terutama daya ingat saya yang tentunya tak sebaik anak muda,” ujarnya.
Kehadiran Rosman di kelas, sangat memotivasi para mahasiswa yang rata-rata lebih muda dari anak-anaknya. Melihat kesungguhan Rosman, banyak mahasiswa yang akhirnya bertambah semangatnya untuk kuliah dan mendapatkan gelar sarjana.
Rosman yang sudah dikarunia 12 cucu ini, untuk pergi kuliah pergi sendiri dengan mengendarai motor. Ia berangkat dari rumahnya di Jati Adabiah dengan semangat tinggi untuk menuntut ilmu.
Kini dengan ijazah S1 di tangan, makin memantapkan hati Rosman untuk berbagi ilmu dengan jemaahnya. Ia bertekad akan terus menuntut ilmu, karena satu saja tidak kuliah, badannya terasa sakit-sakit. Otak menurutnya jadi awet muda, jika terus diajak untuk berpikir.
Dalam acara wisuda yang dipimpin langsung Rektor UMSB, Prof.Dr.H.Bustanuddin Agus, MA, didampingi Wakil Rektor II, H. Mirwan Pulungan, WR III dan IV, Yuzardi Maad tersebut, Rosman mendapatkan aplaus sangat meriah dari para hadirin.
Wajah kagum jelas tergambar, demi melihat Rosman yang sudah tua masih semangat untuk menuntut ilmu. Motivasinya jelas bukan untuk mengejar PNS atau bekerja di perusahaan swasta lainnya, namun semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah semata.

Sumber : http://hariansinggalang.co.id/kakek-12-cucu-diwisuda-oleh-umsb/

Read Full Post »

PADANG ARO, HALUAN — Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Solok Selatan (Solsel), berencana membangun pusat industri batu akik di Pasar Semi Modern Padang Aro.

Menurut Kepala Dinas Ko­perasi Industri dan Per­da­gangan Solsel, Akhirman, jika pusat industri tersebut berdiri, banyak keuntungan yang dida­patkan oleh kabupaten dan masyarakat Solsel, terutama bidang pariwisata dan ekonomi.

Keuntungan bagi kabu­paten, adalah di bidang pari­wisata. Jika pusat industri tersebut berdiri, maka Solsel yang terkenal sebagai deposit terbesar penghasil batu Lu­muik Kandih atau dikenal sebagai Lumuik Sungai Dareh, akan semakin terkenal dengan adanya pusat industri tersebut. Sebab, di pusat industri ter­dapat puluhan kedai batu akik yang menjual bahan dan batu yang sudah diasah. Dengan begitu, akan ada wisata ber­buru batu akik, dalam hal ini Lumuik Kandih, sebagai cen­dramata dari Solsel.

“Orang dari luar Solsel atau luar Sumbar, tidak akan sulit mencari penjual batu Lumuik Kandih karena sudah ada pusat industri yang jelas alamatnya. Kalau sekarang, penjual batu Lumuik Kandih tersebar di berbagai kecamatan di Solsel, sehingga menyu­litkan pembeli mencari pem­beli, terutama pembeli yang masih baru, “ ujar Akhirman saat dihubungi Haluan, Senin (19/1).

Akhirman melanjutkan, keuntungan bagi masyarakat jika ada pusat industri batu akik, adalah keuntungan eko­nomi, terutama bagi pencari, pengrajin dan pengusaha batu akik. “Jika ada pusat industri, maka akan banyak pesanan dari pecinta batu, baik untuk mengasah dan menjual batu. Para pedagang yang menjual pengikat batu juga men­dapat­kan keuntungan, karena pem­beli bisa langsung membeli pengikat setelah batu diasah,” tuturnya.

Pihaknya akan membuat sekitar 15 hingga 30 kedai batu akik. Namun, pembangunan itu butuh dana APBD. Ren­cana pembangunan pusat batu terse­but akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2015. Kalau tidak bisa, dimasukkan dalam APBD awal 2016. “Sudah saya bicarakan dengan DPRD. Mu­dah-mu­dahan pembangunan pusat batu ini didukung oleh DPRD, baik dukungan moti­vasi, mau­pun pendanaan,” harapnya.

Lebih jauh lagi, Akhirman berpandangan, apabila ada pusat industri batu di Solsel, pihaknya atas nama Pemkab Solsel berencana membuat pameran batu akik bertaraf nasional bahkan internasional. Selama ini, pihaknya hanya mengikuti pameran batu akik.

Sekkab Solsel, Yulian Efi mendukung penuh rencana Diskoperindag untuk mem­bangun pusat industri batu akik. Namun, untuk pen­da­naan, akan dibicarakan secara kelembagaan dengan pihak terkait. “Biaya pembangunan pusat industri tersebut akan dihitung dan dimasukkan da­lam pembahasan KUA-PPAS APBD perubahan 2015 atau APBD awal 2016,” ujarnya.

Hal yang sama juga dika­takan anggota Banggar DPRD Solsel, Sidik Ilyas. Pihaknya juga mendukung karena ber­dampak bagus untuk promosi Solsel. Namun, menurut Sidik, rencana Diskoperindag terse­but tidak sesuai dengan waktu, sebab APBD 2015 sudah dibahas.

“Kita lihat nanti, apakah akan dimasukkan dalam pem­bahasan APBD perubahan 2015 atau APBD awal 2016. Yang pasti, kami mendukung dari segi pendanaan,” pung­kasnya. (h/dib)

Sumber : http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/37371-solsel-akan-bangun-industri-batu-akik

Read Full Post »

STRUKTUR ORGANISASI

IKATAN PEMUDA, PELAJAR DAN MAHASISWA

NAGARI LUBUK GADANG TIMUR KECAMATAN SANGIR

KABUPATEN SOLOK SELATAN CABANG PADANG 2015 – 2017

Sekretariat : Jl. M. Yunus, Sarang Gagak, Kec. Kuranji – Padang HP. 081372858963

Moto : Sebaik-baik manusia, bermanfaat bagi orang lain

 Pembina : Nasrul Makdis, S.IP., M.A

  1. Ketua           : Aidil Hakimi
  2. Wakil Ketua           : Saidina Ali
  3. Sekretaris           : Idrianis
  4. Bendahara           : Risma Deni
  5. Seksi Humas

   Koordinator             : Delvia Roni

  1. Seksi Pendidikan

   Koordinator             : Elfitri Yani

  1. Seksi Konsumsi

   Koordinator             : Tuti Almaneli

  1. Seksi Keamanan

   Koordinator             : Sisno Putra

Read Full Post »

STRUKTUR ORGANISASI

IKATAN PEMUDA, PELAJAR DAN MAHASISWA

NAGARI LUBUK GADANG TIMUR KECAMATAN SANGIR

KABUPATEN SOLOK SELATAN CABANG PADANG 2015 – 2017

Sekretariat : Jl. M. Yunus, Sarang Gagak, Kec. Kuranji – Padang.

  1. 081372858963

Moto : Sebaik-baik manusia, bermanfaat bagi orang lain

Pembina : Nasrul Makdis, S.IP., M.A

  1. Ketua           : Aidil Hakimi
  2. Wakil Ketua           : Saidina Ali
  3. Sekretaris           : Idrianis
  4. Bendahara           : Risma Deni
  1. Seksi Humas

   Koordinator             : Delvia Roni

  1. Seksi Pendidikan

   Koordinator             : Elfitri Yani

  1. Seksi Konsumsi

   Koordinator             : Tuti Almaneli

  1. Seksi Keamanan

   Koordinator             : Sisno Putra

Read Full Post »

Pustakawan IAIN Imam Bonjol Padang akan mengadakan Seminar Perpustakaan pada hari Jum’at, tanggal 6 Februari 2015, jam 13.30 WIB – Selesai, tempat Ruangan Buku Cadangan Perpustakaan Pusat IAIN Padang, Narasumber : Drs. H. Afrizal, M.Ag (Judul makalah : Penyusunan SKP Pustakawan 2015). Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi : Nasrul Makdis, S.IP., MA. dinomor HP. 081363258111. Terima kasih

Read Full Post »

Older Posts »