Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2013

Sosok pustakawan yang ideal harus profesional dalam memberikan layanan, yaitu layanan dalam mencarikan koleksi atau referensi yang dibutuhkan oleh pengguna. Dan seorang pustakawan yang profesional harus ahli dalam bidang kepustakawanan.
Untuk menjadi seorang yang ahli seorang pustakawan harus menempuh pendidikan atau sekolah profesi pustakawan seperti D3 perpustakaan, S1 perpustakaan, S2 perpustakaan bahkan bisa sampai S3 perpustakaan. Pendidikan tersebut bisa ditempuh di dalam negeri maupun di luar negeri.
Selain itu sebagai pustakawan yang ideal harus memiliki gelar kepustakawan, misalnya SPerp (Sarjana Perpustakaan), MPerp (Master Perpustakaan). Karena hal tersebut merupakan kelangsungan bagi jenjang dan perhitungan angka kredit bagi profesinya.
Sosok pustakawan yang ideal harus menguasai IT (Information Technology) karena dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi diharapkan seorang pustakawan tidak gaptek (gagap teknologi). Karena perpustakaan sebagai pusat informasi maka seorang pustakawan harus bisa menguasai teknologi. Agar pengguna yang membutuhkan rujukan atau referensi dapat terpenuhi dan tidak merasa kecewa dengan kebutuhan yang dibutuhkannya.
Sebagai pustakawan yang mengusai teknologi informasi diharapkan bisa melayani pengguna dengan cepat dan tepat. Seorang pustakawan harus bisa menyediakan berbagai informasi dengan cepat, meskipun kemujuan teknologinya sudah melaju kencang. Bukan berarti ketika teknologi informasi sudah berkembang seorang pustakawan tidak dibutuhkan lagi, melainkan sebagai seorang pustakawan harus lebih cermat dan tanggap dalam menyediakan informasi. Misal dalam hal menyediakan alamat-alamat web dan catalog online dalam berbagai macam bidang yang dibutuhkan oleh pengguna, menyediakan alamat-alamat jurnal online ke pengguna dan bagaimana cara mengkoleksinya serta menata alamat-alamat situsnya dengan teratur. . Hal tersebut berguna untuk memudahkan dan mempercepat pengguna dalam pencarian informasi yang dibutuhkan.
Seorang  pustakawan yang ideal harus mempunyai performent yang bagus, semisal dengan berpenampilan yang rapi dan bersih, murah senyum serta melayani dengan sepenuh hati. Pustakawan harus mempunyai prinsip bahwa melayani pengguna dalam mendapatkan informasi hingga pengguna merasa puas dalam mendapatkan referensi yang ia butuhkan merupakan kepuasan tersendiri.
Pustakawan yang ideal harus inovatif yaitu mampu berinovasi dan mengeksplorasi lingkungannya serta menginvestasikan dengan hal-hal yang baru. Misalnya dengan membuat ide-ide segar yang bisa bermanfaat bagi perpustakaannya serta tak henti-hentinya mencari pengetahuan yang up to date demi untuk kemajuan dan perkembangan perpustakaan tempat dia bekerja.
Pustakawan ideal juga harus mampu melaksanakan manajemen yang ada di perpustakaan secara efektif dan efisien. Terutama dalam mengelola menajemen informasi perpustakaan agar perpustakaan bisa berkembang dan maju. Semisal dalam memperoleh informasi,  pustakawan harus bisa mengelola menejemennya demi untuk kepuasan pengguna, selain itu pustakawan juga harus mampu mengelola informasi yang diperolehnya demi untuk memudahkan pencarian informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dengan cepat dan tepat. Disamping itu pustakawan dituntut untuk bisa bekerja sama meskipun tugas masing-masing pustakawan berbeda. Hal  tersebut bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada pengguna. Apabila salah seorang pustakawan belum bisa memberi kepuasan kepada pengguna maka dapat dibantu oleh pustakawan lain dalam mencarikan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.
Pustakawan juga harus bisa bekerja secara efektif dan efisien dalam memberikan informasi kepada penggunanya. Efektif dalam memberikan informasi dan efisien waktu dalam mencarikan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.
Pustakawan yang ideal harus mempunyai prinsip User oriented (berorientasi pada pengguna) yang diharapkan bisa memberikan kepuasan kepada pengguna. Dan sebagai seorang pustakawan yang ideal harus bisa menerima saran dan kritik baik dari pengguna demi untuk perbaikan layanan dan kepuasan pengguna.
Pustakawan ideal harus bersifat santun dan tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna. Terkadang pengguna malas untuk membaca tata tertib yang ada di perpustakaan sehingga pengguna kurang mengerti aturan yang dibuat oleh perpustakaan. Dan sebagai seorang pustakawan harus bisa memberi pengertian dengan santun. Demikian juga dengan pengguna yang kena sangsi denda harus diberikan aturan yang tegas.
Pustakawan ideal juga harus bisa memberikan perhatian yang lebih kepada penggunanya. Dengan adanya pertanyaan atau obrolan yang membuat pengguna tidak tegang saat datang ke perpustakaan, misalnya dengan menanyakan nama dan alamat akan membuat pengguna cukup diperhatikan.
Sebagai seorang pustakawan yang ideal dan profesional hendaknya keberadaan seorang pustakawan dapat banyak membantu pengguna dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Diharapkan pustakawan bisa memberi inspirasi dan motivasi bagi penggunanya, sehingga pengguna akan selalu merindukan keberadaannya serta termotivasi untuk kembali lagi ke perpustakaan dengan harapan selain mendapatkan informasi juga dapat menemui sang pustakawan yang dinilai dapat membantunya.

Sumber : http://library.its.ac.idGambar

Read Full Post »